ASLIDOMINO – Menjaga kualitas hubungan yang tetap baik dan harmonis bersama dengan pasangan nyatanya tidak melulu berkaitan dengan urusan seks.

Tanpa berhubungan seksual pun, pasangan bisa menghabiskan waktu bersama untuk duduk dan berbicara. Hal ini dapat menciptakan koneksi yang lebih kuat, serta meningkatkan keintiman.

“Ini dapat membantu pasangan untuk rileks dan merasa mereka bisa lebih penuh kasih meskipun tanpa seks,” terang seorang terapis di Relate, Dee Holmes.

Menurut dia, hal tersebut sering kali dilakukan oleh pasangan yang mengalami penurunan hasrat seksual atau libido karena menjadi orangtua baru atau ada masalah kesehatan.

Meski begitu, ada juga beberapa pasangan yang menghindari hubungan seksual karena ingin rehat sejenak.

“Ketika kita beristirahat dari kehidupan seks, mungkin akan ada banyak percakapan yang lebih dalam terjadi bersama pasangan,” ujarnya.

Sementara itu, seorang sex educator dan penulis buku “Sex Ed: A Belated Guide for Adults”, Ruby Rare merekomendasikan agar setiap pasangan saling mengomunikasikan perihal kehidupan seksual mereka.

Misalnya, ketika ingin memprioritaskan keintiman non-seksual, bagaimana perasaan individu masing-masing. Kemudian merencanakan kegiatan non-seksual yang sesuai untuk dilakukan.

Namun tidak dapat dipungkiri, memang berhubungan seksual sulit untuk dihindari jika sudah berada pada ruang dan momen keintiman yang membangkitkan gairah seksual.

“Kita terbiasa membangun fondasi ini di kehidupan sehari-hari. Saling memuji, memandang, dan memberikan sentuhan yang intim atau mungkin ciuman yang berlangsung selama beberapa detik lebih lama,” jelasnya.

Di sisi lain, sosiolog dan pakar keintiman Prof Jacqui Gabb mengungkapkan, bahwa keintiman non-seksual tetap tidak bisa dilakukan terlu lama karena setiap orang memiliki tingkat gairah seksual yang berbeda.

“Setiap pasangan tentunya tidak menginginkan jumlah makanan yang sama, jadi mengapa kita harus berasumsi menginginkan jumlah seks yang sama? Selain itu, mungkin masturbasi dapat menjadi alternatif,” lanjutnya.

Dia mengatakan, meskipun hubungan seksual bukan segalanya, tapi itu menjadi salah satu dari banyak dimensi yang membuat hubungan mungkin lebih berisi.

“Ketidakhadiran seks atau sexlessness bisa menyebabkan kekurangan dalam suatu hubungan. Tetapi, hubungan tanpa seks dapat memuaskan jika kedua pasangan menyetujuinya dan menemukan cara untuk mengompensasi ketiadaan seks,” ungkapnya.

Intinya, jangan sampai menciptakan hubungan yang baik tanpa seks justru menjadi beban bagi pasangan. Sebab, frekuensi seks tidak pernah mencerminkan kualitas suatu hubungan.

“Hanya karena pasangan berhubungan seks, tidak selalu keduanya saling menikmati. Jadi, berhubungan seks setiap hari maupun setiap minggu tidak menjamin setiap pasangan akan dekat secara emosional,” imbuh Holmes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *